Langsung ke konten utama

START A NEW ONE

Memulai dengan sebuah tulisan yang dapat menjadi makna atau perspektif setiap orang yang membacanya.

Bertahun-tahun berlalu sejak gue berenti menulis, dan sekarang kembali lagi ke platform ini. Gue menjadikan tulisan sebagai teman, teman yang mengerti. Kadang kita ga perlu orang lain untuk mendengarkan atau memahami diri kita, karena nantinya kita bakal kecewa. Kecewa yang disebabkan dari menjadikan orang itu sebagai harapan untuk selalu mengerti kita, padahal di dunia ini ga ada orang yang benar-benar mengerti. Gue juga inget kata-katanya Kunto Aji yang bilang gini :
"Jadilah pribadi yang kuat, satu saja orang yang percaya padamu itu sudah cukup untuk diperjuangkan. "Dan orang itu adalah dirimu sendiri"

Gue ga bilang manusia ga butuh manusia lain dalam hidupnya, hanya saja kalau kita terlalu bergantung atau menjadikan orang lain sandaran nanti kita bisa terluka.
Maka dari itu hubungan antara orang dengan orang lain jangan dilihat sebagai suatu kesempurnaan, karena nanti bisa pecah. Lihatlah sebagai saling melengkapi, saling mengerti, saling mengusahakan yang terbaik dalam lingkup ketidaksempurnaan.

Menembus angka seperempat abad dari kehidupan.. Gue belajar a lot of things, a lot. Yang mungkin orang lain ga dapet, karena ingat "setiap orang berbeda"
Otomatis persepsinya, pandangannya, makna dalam hidupnya akan mempengaruhi perilakunya. Alhamdulillah nya gue menyikapi seluruh yang ada dalam hidup ini dengan hal yang positif. Sekalipun dalam titik terendah, gue masih dapat menganggap bahwa hal itu adalah baik, adalah tempat belajar.

Belajar dari titik terendah selama gue hidup.
Gue percaya mau muda mau tua, titik terendah setiap orang pasti ada. Mungkin titik terendah yang sekarang gue lalui adalah begini, tapi mungkin juga nanti saat gue lebih dewasa gue bakal merasakan titik terendah lagi yang lebih berat dari sekarang. Satu-satunya yang jadi pegangan gue adalah "Dunia hanya tempat senda gurau dan kesenangan belaka" . Kalimat itu membuat gue bisa menjalani hidup, gue tau hidup di dunia itu tipuan hanya saja harus dijalani bagai musafir. Tipuan tempatnya ujian berlangsung, tempatnya dinilai apakah layak masuk Surga atau NerakaNya. Hal itu yang ngebuat gue bisa ga berlebihan dalam hidup, entah ngerasa seneng atau sedih. 

Salah satu statement seorang ustad bilang gini "Jika ada sesuatu hal yang kalian ga dapet di dunia jangan sedih karena yang ga kamu dapat cuma setetes, dan jika kamu dapat sesuatu hal yang kamu inginkan janganlah terlalu senang karena yang kamu dapat juga cuma setetes"

Semua yang gue alamin selama gue hidup gue jadikan pelajaran, yap pelajaran seumur hidup. Dan InsyaAllah gue ga menganggap apapun salah, karena itu bahan pembelajaran. Apapun itu ada plus minusnya, gue masih bisa belajar banyak dan gue mendapat hal yang gabisa dibayar make materi segede apapun itu. Yaitu pengalaman dan perasaan makna di hati ini.

Ketika masalah terasa berat, jangan pernah nyerah, sabarlah atau bertahan. Carilah tempat berbagi. Kedewasaan itu adalah berani minta tolong😊



Komentar